Selasa, 20 September 2011

Membuang Cinta part.2

Kedai kopi LALA masih terdiam.Dan lampunya masih menari-nari.Seperti mengajak kami tuk menikmati malam.Terkoyaknya sang rembulan membuatku semakin terpana.Ah...mungkin bulanpun tak mampu menandingi keindahan yang Dia ciptakan di sampingku.Kata-katapun takkan mampu ungkapan.

Angin yang berisik diantara dedaunan menambah keindahan malam itu.Kami hanya terdiam.Tak ada kata yang terucap.
"Ini mas pesanannya" katanya seorang pelayan yang datang sedikit mengagetkanku.Langsung kulepaskan jemari wanita disampingku dan menerima pesanan kami.
"Makasih mas" ucap wanita disampingku.

Aku mulai minum perlahan-lahan.Sedangkan dia mulai makan Om melet yang kami pesan.Kami menikmatinya hanya dengan membisu.Tiada suara.
Tak kuasa aku menatap saat dia makan.Bibirnya yang merah merona selalu menggodaku untuk menciumnya.
Sesekali aku menggodanya dengan memakan Om Melet yang sudah dia potong kecil-kecil.Dia hanya melengkungkan bibir ke atas.Seandainya saja dapat kulukiskan indah senyumnya.

Tak terasa makananpun habis.Kami masih membisu.Bagaikan tubuh yang tak bernyawa.Saat mata kami saling bertatap mata, kami hanya saling melemparkan senyum.Bosan...Yah mungkin bosan yang kami rasakan.Saling menunggu tuk saling terbuka.Kadang kupegang jemarinya.kadang pula kubelai rambut hitam panjangnya.Tak pernah aku memujinya.Tak pernah pula aku menggodanya dengan kata-kata.Yang kami tau hanyalah kalau kami saling menyayangi.Tak jarang pula setiap kali kami bertemu hanyalah kebisuan yang ada.Karena bagiku memang kata hanyalah kata.Tak berarti.Tak bermakna.

"Jadinya gimana?" katanya tiba-tiba.
"Kau tau kan...Kalau aku menyayangimu?" jawabku langsung.Dan dia hanya mengangguk tak bersuara.Tak pula menatap mataku.

Mungkin kami hanyalah menunggu.Menunggu sang waktu yang mencoreng hati kami.Mengoyak jiwa dahaga kami.Tapi tubuh dan pikiran kami adalah satu.

"Apa kau tau?Semua yang kulakukan hanya untukmu?" kataku lebih lanjut.
"Sang rembulan sudah tak ingin lagi tuk bercahaya.Ranting pun sudah tak bergerak.Lebih baik kau kembali ke suamimu.Dan aku kembali pada istriku.Dan tak usah lagi kita bertemu" kataku tegas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar